Pemantauan Kualitas Air Sungai Dilakukan Warga di Tiga Titik
SURABAYA — Pemantauan kualitas air sungai di wilayah kerja kini dilakukan oleh warga sendiri di tiga titik tetap. Enam warga yang dilatih sejak Maret 2026 mengambil contoh air dan mencatat hasilnya setiap dua pekan, lalu menempelkan catatan itu di papan pengumuman kampung masing-masing.
Pemantauan pertama dilakukan pada 8 Mei 2026, disusul pemantauan kedua pada 22 Mei. Kedua hasil sudah ditempel dan dapat dilihat siapa pun tanpa perlu meminta izin kepada pengurus.
Alat Sederhana, Catatan Tetap
Alat yang dipakai sengaja dipilih yang sederhana agar bisa dijalankan warga tanpa latar belakang laboratorium: kertas ukur keasaman, alat ukur kekeruhan sederhana, termometer, dan botol contoh bertanda. Yang diukur adalah keasaman, kekeruhan, suhu, bau, dan keadaan yang tampak di permukaan.
| Titik | Letak | Petugas | Hari Pengambilan |
|---|---|---|---|
| Titik Satu | Hulu, sebelum permukiman | 2 orang | Jumat pekan ganjil |
| Titik Dua | Tengah, di belakang depo | 2 orang | Jumat pekan ganjil |
| Titik Tiga | Hilir, sebelum muara tambak | 2 orang | Jumat pekan ganjil |
Pengambilan di ketiga titik dilakukan pada hari dan jam yang sama agar hasilnya dapat dibandingkan. Selisih antara titik satu dan titik tiga menjadi petunjuk seberapa besar tambahan beban yang masuk saat air melewati permukiman.
Bukan Menggantikan Pengujian Resmi
Koordinator Lapangan, Yusuf Ramadhan, menegaskan bahwa pemantauan warga ini bukan pengganti pengujian laboratorium resmi dan tidak dipakai sebagai dasar tuntutan hukum.
Yang kami cari bukan angka yang sempurna, melainkan perubahan. Kalau kekeruhan di titik tiga tiba-tiba melonjak sementara titik satu tetap, itu tanda ada sesuatu di antara keduanya yang perlu kami periksa.
Bila muncul perubahan mencolok, warga melaporkannya ke lembaga, dan penelusuran lapangan dilakukan bersama. Bila ditemukan dugaan pencemaran yang serius, laporan diteruskan ke dinas terkait beserta permintaan pengujian resmi.
Hasil Dua Pemantauan Pertama
Pada dua pemantauan pertama, keasaman di ketiga titik berada dalam kisaran yang wajar. Kekeruhan di titik tiga tercatat lebih tinggi daripada titik satu, sesuai dugaan awal, dengan selisih yang lebih besar pada pemantauan kedua karena hujan deras dua hari sebelumnya.
Karena hujan dapat menaikkan kekeruhan tanpa ada pencemaran baru, petugas kini juga mencatat keadaan cuaca tiga hari sebelum pengambilan. Tanpa catatan itu, hasilnya mudah disalahartikan.
Rencana Perluasan Titik
Tiga titik tambahan direncanakan mulai dipantau pada awal 2027, yaitu dua di anak sungai dan satu di saluran pembuangan kawasan usaha. Sebelum itu, enam petugas yang ada akan melatih enam warga lain agar setiap titik tetap memiliki petugas cadangan.
Kegiatan ini berkaitan erat dengan kesepakatan warga hulu yang dapat dibaca pada berita Menjaga Sungai dari Limbah Rumah Tangga di Tiga Kampung Hulu. Pengaduan dugaan pencemaran dapat disampaikan melalui halaman Kontak.