Lewati ke Konten Utama

ID|EN

Layanan 133
Lembaga Bina Usaha Lingkungan AsiaTogel

Program

Empat program yang saling menyambung: sampah dipilah di rumah, diterima bank sampah, diolah menjadi barang atau kompos, lalu dijual kembali oleh warga yang mengerjakannya.

Bank Sampah dan Pemilahan

Program pertama dan paling banyak diminta. Warga menabung sampah terpilah, mencatat beratnya, lalu menerima nilainya dalam bentuk tabungan.

Pendampingan dimulai dengan pertemuan warga untuk menyepakati jenis sampah yang akan dipilah, jadwal penyetoran, dan siapa yang bertugas mencatat. Setelah kesepakatan terbentuk, kami membantu menyiapkan buku tabungan, timbangan, dan daftar harga acuan yang mengacu pada harga pengepul terdekat.

Bank sampah unit selanjutnya menyetorkan sampah terkumpul ke bank sampah induk yang dikelola bersama. Penjualan dalam jumlah besar membuat harga yang diterima warga lebih baik daripada menjual sendiri-sendiri. Selisihnya dikembalikan ke tabungan nasabah dan sebagian kecil menjadi kas kelompok.

Tahapan Pendampingan

  1. Pertemuan warga dan kesepakatan awal.
  2. Pembentukan pengurus dan pembagian tugas.
  3. Pelatihan pemilahan dan pencatatan, dua kali pertemuan.
  4. Penyiapan sarana: timbangan, karung, buku tabungan, papan harga.
  5. Pendampingan operasional selama enam bulan pertama.
  6. Penilaian bersama dan penyerahan pengelolaan penuh kepada warga.

Jenis Sampah yang Diterima

Jenis sampah yang diterima bank sampah unit
JenisContohSatuan
Plastik KerasBotol minuman, ember, jerikenKilogram
Plastik LembaranKantong belanja, bungkus makananKilogram
KertasKardus, koran, buku bekasKilogram
LogamKaleng, besi rongsok, aluminiumKilogram
KacaBotol kaca utuh dan pecahanKilogram
Minyak JelantahSisa minyak goreng rumah tanggaLiter

Capaian Program

  • 36 bank sampah unit aktif di 18 desa dan kelurahan.
  • 1.420 nasabah terdaftar dengan tabungan aktif.
  • Rata-rata 12 ton sampah terpilah per bulan di bank sampah induk.

Usaha Daur Ulang Warga

Sebagian sampah lebih menguntungkan bila diolah dahulu sebelum dijual. Program ini mendampingi kelompok warga menjalankan pengolahan itu sebagai usaha.

Kelompok usaha dibentuk dari nasabah bank sampah yang bersedia bekerja lebih jauh. Bahan baku diambil dari sampah yang sudah terkumpul, sehingga kelompok tidak perlu mengeluarkan biaya pembelian bahan pada tahap awal. Yang didampingi adalah keterampilan mengolah, perhitungan biaya, dan pencarian pembeli.

Produk yang paling sering dikerjakan adalah tas dan dompet dari bungkus kemasan, gantungan kunci dan hiasan dari tutup botol, serta cacahan plastik yang dijual ke pabrik pengolah. Cacahan plastik memberi penghasilan paling stabil karena permintaannya tetap, sementara kerajinan memberi nilai tambah paling besar per satuan.

Yang Kami Dampingi

  • Pelatihan keterampilan dasar, empat sampai enam pertemuan.
  • Penghitungan biaya produksi dan penetapan harga jual.
  • Pencatatan sederhana pemasukan dan pengeluaran kelompok.
  • Pembagian hasil yang disepakati bersama sejak awal.
  • Pengurusan izin usaha mikro bila kelompok memerlukannya.

Contoh Perhitungan Sederhana

Contoh perhitungan usaha cacahan plastik per bulan
UraianJumlah
Bahan Baku Plastik Terpilah600 kilogram
Hasil Cacahan Bersih510 kilogram
Harga Jual CacahanRp 4.800 per kilogram
Penerimaan KotorRp 2.448.000
Biaya Listrik dan AirRp 340.000
Biaya Bahan Baku ke NasabahRp 900.000
Sisa Hasil UsahaRp 1.208.000

Angka di atas adalah contoh dari satu kelompok dampingan pada 2025 dan akan berbeda di setiap tempat, tergantung harga pengepul setempat dan jumlah bahan baku yang tersedia.

Pengomposan Sampah Organik

Lebih dari separuh sampah rumah tangga adalah sisa dapur. Bila diolah di tempat, beban pengangkutan turun dan warga mendapat kompos untuk kebunnya.

Program ini dijalankan dalam dua skala. Skala rumah tangga menggunakan komposter ember bertumpuk yang bisa diletakkan di halaman sempit, cocok untuk keluarga yang menghasilkan sisa dapur satu sampai dua kilogram sehari. Skala kampung menggunakan unit pengomposan bersama yang mengolah sisa dapur beberapa puluh keluarga sekaligus ditambah sampah pasar.

Kompos yang dihasilkan dipakai warga untuk tanaman di pekarangan, dibagikan kepada kelompok tani kota, atau dijual dalam karung kecil. Penjualan kompos belum menjadi sumber penghasilan utama, tetapi cukup untuk menutup biaya operasional unit.

Perbandingan Dua Skala

Perbandingan pengomposan skala rumah tangga dan skala kampung
HalRumah TanggaKampung
Kapasitas Harian1–2 kilogram300–400 kilogram
Waktu Panen6–8 minggu4–5 minggu
TempatHalaman rumahLahan 40–60 meter persegi
PengelolaAnggota keluarga2–3 petugas bergilir

Langkah Pengomposan Skala Rumah Tangga

  1. Pisahkan sisa dapur dari sampah lain sejak di dapur, jangan dicampur.
  2. Potong bahan menjadi bagian kecil agar lebih cepat terurai.
  3. Masukkan ke komposter, selang-seling dengan bahan kering seperti daun atau sobekan kardus.
  4. Aduk dua sampai tiga hari sekali agar udara masuk merata.
  5. Jaga kelembapan; bahan harus lembap seperti spons yang diperas, tidak becek.
  6. Panen setelah bahan berwarna cokelat gelap, remah, dan tidak berbau busuk.

Masalah yang Sering Muncul

  • Berbau busuk Terlalu basah atau kurang udara. Tambahkan bahan kering dan aduk lebih sering.
  • Tidak terurai Terlalu kering atau bahan terlalu besar. Percikkan air dan potong lebih kecil.
  • Muncul belatung Ada sisa daging atau minyak. Bahan tersebut sebaiknya tidak dimasukkan.

Produk Ramah Lingkungan

Sebagian kelompok berkembang lebih jauh, membuat produk dari bahan alami setempat dan menjualnya ke pasar yang lebih luas.

Bahan yang digunakan berasal dari tanaman yang tumbuh di sekitar wilayah kerja, seperti akar wangi, pandan, eceng gondok, dan serat pisang. Produk yang dihasilkan berupa anyaman, wadah, sabun, dan pembersih rumah tangga berbahan minyak jelantah yang sudah diolah kembali.

Pendampingan pada tahap ini lebih banyak menyangkut mutu dan pemasaran. Kelompok dibantu menjaga ukuran dan hasil akhir agar seragam, menyiapkan kemasan dan keterangan produk, serta bertemu langsung dengan pembeli, toko, dan penyelenggara pameran.

Produk yang Sedang Dikembangkan

Produk ramah lingkungan yang sedang dikembangkan
ProdukBahan UtamaKelompok Pengelola
Anyaman WadahEceng gondok keringKelompok Rungkut Asri
Tikar dan Alas MejaPandanKelompok Gunung Anyar
Hiasan dan PengharumAkar wangiKelompok Sukolilo
Sabun Cuci PiringMinyak jelantah olahanKelompok Mulyorejo
Tali dan KemasanSerat pisangKelompok Rungkut Menanggal

Ingin Wilayah Anda Didampingi?

Pengajuan dapat disampaikan oleh kelompok warga, pengurus rukun warga, atau pemerintah desa dan kelurahan. Kami akan menghubungi Anda untuk membahas kesiapan dan jadwal.

Cara Mengajukan