Lewati ke Konten Utama

ID|EN

Layanan 133
Lembaga Bina Usaha Lingkungan AsiaTogel
Siaran Pers Nomor 015/SP/BUL/2026 · Jumat, 19 Juni 2026

Depo Sampah Berubah Jadi Pusat Belajar Warga dan Sekolah

Bangunan depo sampah dengan mural di dindingnya

SURABAYA — Depo sampah di Rungkut Asri yang selama bertahun-tahun dijauhi warga kini menerima kunjungan rombongan sekolah dua kali sepekan. Perubahan itu merupakan hasil pembenahan bersama yang dimulai pada akhir 2025 dan selesai pada Mei 2026.

Depo tersebut sebelumnya dikenal sebagai tempat yang bau, becek, dan gelap. Rumah-rumah di sekitarnya memasang pagar tinggi menghadap depo, dan jalan di depannya jarang dilalui pejalan kaki pada sore hari.

Yang Dikerjakan dalam Pembenahan

Pembenahan tidak dimulai dari penampilan, melainkan dari sumber masalahnya. Lantai dibuat miring dengan saluran tertutup agar air lindi tidak menggenang. Sampah organik dipisahkan seluruhnya dan dialihkan ke unit pengomposan, sehingga penyebab utama bau tidak lagi masuk ke depo.

Tahapan pembenahan depo sampah Rungkut Asri
TahapWaktuPekerjaan
PertamaNovember 2025Perbaikan lantai, saluran lindi, dan atap bocor
KeduaJanuari 2026Pemisahan penuh sampah organik ke unit kompos
KetigaMaret 2026Penataan ruang pilah, rak, dan penerangan
KeempatMei 2026Pengecatan, mural dinding, dan papan keterangan

Mural pada dinding luar dikerjakan bersama pelajar dari dua sekolah menengah di sekitarnya. Gambarnya bukan hiasan semata: setiap bagian menerangkan satu tahap perjalanan sampah, dari rumah, ke pemilahan, ke penimbangan, sampai ke pengepul.

Kunjungan Sekolah Setiap Rabu dan Jumat

Sejak Mei 2026, depo menerima kunjungan belajar setiap Rabu dan Jumat pagi. Satu rombongan paling banyak empat puluh siswa dan berlangsung sekitar dua jam. Kegiatannya meliputi penjelasan di papan keterangan, melihat langsung proses penimbangan, dan mencoba memilah contoh sampah campuran.

Dulu kalau anak sekolah lewat sini, mereka menutup hidung. Sekarang mereka datang membawa buku catatan dan bertanya berapa harga plastik per kilogram.

Sampai pertengahan Juni 2026, sebelas rombongan dari sembilan sekolah telah berkunjung, dengan total 384 peserta. Empat sekolah di antaranya kemudian membentuk bank sampah sekolah sendiri.

Perubahan yang Dirasakan Warga Sekitar

Pengurus rukun warga mencatat berkurangnya keluhan bau dari sepuluh sampai dua belas laporan per bulan menjadi tidak ada laporan sama sekali sejak Maret 2026. Selain itu, dua rumah yang berbatasan langsung dengan depo membuka kembali jendela belakang yang selama bertahun-tahun ditutup permanen.

Depo juga mulai dipakai untuk keperluan lain di luar jam operasi, seperti pertemuan pengurus dan penyimpanan perlengkapan kegiatan kampung.

Diterapkan di Depo Lain

Dua depo lain di Kecamatan Sukolilo dan Gunung Anyar akan dibenahi dengan urutan yang sama pada paruh kedua 2026. Urutan itu ditegaskan tidak boleh dibalik: penanganan bau dan air lindi harus selesai lebih dahulu sebelum pengecatan, karena depo yang bagus tampilannya tetapi masih berbau justru akan lebih cepat ditinggalkan.

Sekolah dan lembaga yang ingin mengajukan kunjungan belajar dapat melihat ketentuannya pada halaman Layanan. Dokumentasi kegiatan tersedia pada halaman Galeri.

Kembali ke Indeks Berita