Kompor Biogas Dipasang di Dua Puluh Rumah Tangga Peternak
SURABAYA — Dua puluh rumah tangga peternak di Kelurahan Gunung Anyar Tambak kini memasak dengan biogas yang dihasilkan dari limbah ternak mereka sendiri. Pemasangan unit terakhir diselesaikan pada 20 Juni 2026, menutup tahap pertama kegiatan yang dimulai sejak Januari.
Sebelum ada unit biogas, kotoran ternak dari kandang-kandang tersebut sebagian besar dialirkan ke saluran air di belakang permukiman. Saluran itu bermuara ke tambak warga, dan keruhnya air menjadi keluhan berulang para petambak selama bertahun-tahun.
Satu Unit untuk Dua sampai Tiga Ekor Sapi
Setiap unit terdiri atas bak pencampur, tangki penampung berbahan serat kaca dengan isi enam meter kubik, penyaring, dan saluran ke kompor dua tungku di dapur. Kotoran dari dua sampai tiga ekor sapi cukup untuk menghasilkan gas bagi kebutuhan memasak satu keluarga sehari-hari.
| Keterangan | Rincian |
|---|---|
| Isi Tangki | 6 meter kubik |
| Bahan Masuk Harian | 30 sampai 45 kilogram kotoran, dicampur air |
| Waktu Sampai Gas Pertama | 18 sampai 24 hari sejak pengisian awal |
| Lama Nyala Kompor | 4 sampai 5 jam sehari |
| Sisa Olahan | Digunakan sebagai pupuk cair untuk kebun dan tambak |
| Umur Pakai Tangki | Diperkirakan 10 tahun dengan perawatan rutin |
Sisa olahan dari tangki tidak dibuang. Cairannya dipakai sebagai pupuk untuk tanaman pekarangan dan sebagian diberikan kepada petambak sebagai penyubur alami, sehingga limbah yang dulu mencemari kini justru menjadi bahan yang dicari.
Penghematan yang Terukur
Rata-rata rumah tangga peserta sebelumnya menghabiskan tiga tabung gas ukuran tiga kilogram setiap bulan. Sejak unit biogas menyala, sebagian besar tinggal memakai satu tabung sebagai cadangan, terutama saat memasak dalam jumlah besar atau ketika tangki sedang dibersihkan.
Yang paling terasa bukan cuma hematnya. Bau kandang berkurang, saluran di belakang rumah tidak lagi hitam, dan tetangga tidak lagi mengeluh setiap kali kami membersihkan kandang.
Biaya dan Pembagiannya
Biaya satu unit lengkap berkisar Rp 7,4 juta. Pembiayaan dibagi tiga: hibah program menanggung sebagian besar, kas kelompok peternak menanggung bagian kedua, dan pemilik menanggung pengerjaan lubang tanam serta penyediaan tenaga selama pemasangan. Pembagian ini disepakati dalam musyawarah kelompok pada Desember 2025.
Pemilik juga menandatangani kesepakatan perawatan, yang mewajibkan pembersihan penyaring setiap bulan dan pengurasan endapan tangki setiap enam bulan. Tanpa perawatan itu, gas biasanya melemah setelah setahun.
Tahap Berikutnya
Tahap kedua yang direncanakan mulai September 2026 akan menjangkau lima belas rumah tangga lain di kelurahan yang sama, ditambah dua kandang bersama milik kelompok. Sebelum itu, tiga peserta tahap pertama akan dilatih menjadi teknisi setempat agar perbaikan kecil tidak perlu menunggu petugas dari luar.
Keterangan mengenai program pengolahan limbah dan pengomposan tersedia pada halaman Program. Permintaan wawancara dan keterangan tambahan dapat diajukan melalui [email protected].