Unit Kompos Desa Mulai Beroperasi, Olah 400 Kilogram per Hari
SURABAYA — Unit pengomposan bersama di Kelurahan Sukolilo mulai beroperasi penuh sejak awal Juli 2026 setelah melewati masa uji coba dua bulan. Unit ini mengolah sekitar 400 kilogram sampah organik setiap hari, berasal dari sisa dapur 180 keluarga dan sampah sayur dari pasar desa.
Sebelum unit ini ada, sampah organik dari wilayah tersebut seluruhnya diangkut ke tempat pembuangan akhir. Dengan beroperasinya unit kompos, sekitar sepertiga volume sampah yang selama ini diangkut tidak lagi keluar dari kelurahan.
Lahan Pinjam Pakai dari Kelurahan
Unit menempati lahan seluas 55 meter persegi di belakang balai kelurahan yang dipinjampakaikan selama lima tahun. Bangunannya sederhana: atap tanpa dinding penuh agar udara mengalir, lantai semen bermiring untuk mengalirkan air lindi, dan enam bak pengomposan yang dipakai bergiliran menurut umur bahan.
| Keterangan | Rincian |
|---|---|
| Luas Lahan | 55 meter persegi |
| Jumlah Bak | 6 bak, masing-masing 2 meter kubik |
| Bahan Masuk Harian | 400 kilogram |
| Waktu Pematangan | 4 sampai 5 minggu |
| Perkiraan Hasil Kompos | 110 sampai 130 kilogram per hari bahan masuk |
| Petugas | 3 orang bergilir, masing-masing 4 jam sehari |
Bahan yang masuk selalu dicampur dengan bahan kering berupa daun kering dan potongan kardus agar tidak terlalu basah. Perbandingan yang dipakai sekitar tiga bagian bahan basah berbanding satu bagian bahan kering, disesuaikan setiap hari menurut keadaan bahan.
Bau Menjadi Perhatian Utama
Kekhawatiran terbesar warga sekitar sebelum unit dibangun adalah bau. Selama masa uji coba, keluhan bau memang sempat muncul pada pekan kedua, ketika bahan terlalu basah karena hujan dan pembalikan tidak dilakukan tepat waktu.
Bau itu tanda ada yang salah, bukan hal yang wajar. Setelah kami tambah bahan kering dan pembalikan dijadwalkan setiap tiga hari, keluhan berhenti dan sampai sekarang tidak ada lagi.
Petugas kini mencatat suhu tumpukan setiap pagi. Suhu yang naik sampai sekitar lima puluh derajat menandakan penguraian berjalan baik, sedangkan suhu yang turun terlalu cepat menjadi tanda bahan perlu dibalik atau ditambah kelembapannya.
Kompos untuk Warga dan Kelompok Tani
Kompos yang matang dibagi menjadi tiga bagian. Sebagian besar dibagikan cuma-cuma kepada warga yang menyetorkan sisa dapur, sebagian diberikan kepada kelompok tani kota yang mengelola kebun bersama di tiga rukun warga, dan sisanya dijual dalam karung lima kilogram dengan harga Rp 12 ribu.
Penjualan belum menjadi sumber penghasilan utama. Pada bulan pertama, hasil penjualan tercatat Rp 640 ribu, cukup untuk menutup biaya listrik, air, dan penggantian peralatan kecil, tetapi belum cukup untuk memberi upah tetap kepada petugas. Untuk sementara, petugas menerima uang lelah dari kas kelurahan.
Rencana Perluasan
Bila unit ini bertahan sampai akhir 2026 tanpa keluhan berarti, dua kelurahan lain yang sudah mengajukan permintaan akan didampingi membangun unit serupa pada 2027. Perbedaannya, unit berikutnya akan dirancang dengan penutup bak yang lebih rapat agar lebih tahan terhadap hujan.
Cara kerja pengomposan yang dipakai di unit ini mengikuti Modul Pengomposan Skala Rumah Tangga yang tersedia pada halaman Publikasi, dengan penyesuaian untuk skala yang lebih besar. Keterangan lengkap mengenai program ini ada pada halaman Program.