Pengangkutan Sampah Terpilah Lebih Tertib Setelah Jadwal Dibenahi
SURABAYA — Penumpukan karung sampah terpilah di depo bank sampah induk berkurang jauh setelah jadwal pengangkutan disusun ulang bersama pengurus unit dan pengemudi pada Mei 2026. Sebelum pembenahan, karung kerap menunggu lebih dari sepuluh hari sebelum diangkut; kini rata-rata tiga hari.
Persoalan ini sempat menjadi keluhan berulang. Karung yang menumpuk terlalu lama membuat depo penuh, menyulitkan penimbangan setoran baru, dan pada musim hujan membuat kardus basah sehingga harganya jatuh.
Masalahnya Bukan Kekurangan Armada
Penelusuran yang dilakukan bersama pengurus menemukan bahwa penyebab utama bukan jumlah kendaraan, melainkan pengaturan waktu. Seluruh tiga puluh dua unit menyetorkan pada hari yang hampir sama, yaitu Sabtu dan Minggu, sehingga depo penuh serentak pada awal pekan dan lengang pada akhir pekan berikutnya.
| Hal yang Diukur | Sebelum | Sesudah |
|---|---|---|
| Rata-rata Waktu Tunggu Karung | 10,4 hari | 3,1 hari |
| Hari Depo Penuh dalam Sebulan | 12 hari | 2 hari |
| Rata-rata Muatan per Perjalanan | 380 kilogram | 620 kilogram |
| Perjalanan Kendaraan per Bulan | 34 kali | 22 kali |
| Kardus Basah Ditolak Pengepul | 410 kilogram | 60 kilogram |
Perubahan yang dilakukan sederhana. Tiga puluh dua unit dibagi ke dalam empat rombongan, masing-masing mendapat hari setor tetap dari Selasa sampai Jumat. Pengangkutan diatur mengikuti pembagian itu, sehingga kendaraan selalu berangkat dengan muatan hampir penuh dan tidak ada hari yang kosong.
Jumlah Perjalanan Justru Berkurang
Karena setiap perjalanan kini membawa muatan lebih besar, jumlah perjalanan kendaraan dalam sebulan turun dari 34 menjadi 22 kali. Penurunan itu menghemat bahan bakar sekitar Rp 1,1 juta per bulan, yang dialihkan ke kas bersama untuk perawatan kendaraan.
Kami kira harus menambah truk. Ternyata yang perlu ditambah hanya kesepakatan tentang hari. Setelah hari setor dibagi, satu kendaraan sudah cukup.
Yang Perlu Dijaga
Pengurus mencatat dua hal yang membuat jadwal baru bisa terganggu. Pertama, hari libur nasional yang jatuh di tengah pekan sering membuat satu rombongan menunda setoran ke pekan berikutnya, sehingga menumpuk. Kedua, hujan deras membuat sebagian unit yang jalannya sempit tidak dapat dilalui kendaraan.
Untuk keadaan pertama, disepakati bahwa rombongan yang harinya jatuh pada hari libur akan bergeser ke hari berikutnya, bukan ke pekan berikutnya. Untuk keadaan kedua, tiga unit yang jalannya sempit kini memakai gerobak bermotor untuk membawa karung sampai ke jalan yang bisa dilalui truk.
Diterapkan di Wilayah Lain
Cara pembagian hari ini akan diterapkan di Kecamatan Mulyorejo pada Agustus 2026, dengan penyesuaian jumlah rombongan karena unit di sana baru delapan. Pengurus di sana sudah diajak melihat langsung pelaksanaan di depo induk agar tidak perlu memulai dari nol.
Keterangan lengkap mengenai pengelolaan bank sampah tersedia pada halaman Program, dan panduan tertulisnya dapat diperoleh melalui halaman Publikasi.