Lewati ke Konten Utama

ID|EN

Layanan 133
Lembaga Bina Usaha Lingkungan AsiaTogel
Berita Kegiatan · Jumat, 17 Juli 2026

Pelatihan Kerajinan dari Plastik Daur Ulang Diikuti 45 Warga

Aneka gantungan kunci hasil kerajinan daur ulang

SURABAYA — Sebanyak 45 warga dari tiga kelurahan menyelesaikan pelatihan kerajinan dari plastik daur ulang yang berlangsung selama empat pertemuan pada Juni sampai Juli 2026. Pelatihan diselenggarakan di balai rukun warga Rungkut Asri dan diikuti peserta dari Rungkut Asri, Rungkut Menanggal, dan Gunung Anyar Tambak.

Bahan yang dipakai seluruhnya berasal dari sampah yang sudah terkumpul di bank sampah unit, terutama bungkus kemasan berlapis aluminium yang selama ini tidak laku dijual ke pengepul karena sulit didaur ulang secara mesin.

Empat Pertemuan, Empat Keterampilan

Setiap pertemuan berlangsung tiga jam dan memusatkan perhatian pada satu jenis produk agar peserta menguasainya sampai tuntas sebelum berpindah ke jenis berikutnya.

Rangkaian pertemuan pelatihan kerajinan plastik daur ulang
PertemuanTanggalBahan yang Dipelajari
Pertama26 Juni 2026Pembersihan, pemotongan, dan pelipatan bahan kemasan
Kedua3 Juli 2026Anyaman dasar untuk dompet dan tempat pensil
Ketiga10 Juli 2026Tas jinjing dengan pelapis dan resleting
Keempat17 Juli 2026Gantungan kunci, hiasan, dan penyelesaian akhir

Pertemuan pertama sengaja dihabiskan hanya untuk penyiapan bahan. Pengalaman pelatihan sebelumnya menunjukkan bahwa hasil akhir paling sering gagal bukan karena anyamannya, melainkan karena bahan yang kurang bersih atau potongannya tidak sama lebar.

Yang Menentukan Harga Jual

Koordinator Pelatihan, Nur Aisyah, menyampaikan bahwa perbedaan antara kerajinan yang laku dan yang menumpuk di rumah biasanya terletak pada keseragaman, bukan pada kerumitan bentuknya.

Pembeli tidak keberatan membeli tas dari kemasan bekas. Yang mereka keberatan adalah kalau lima tas dipesan lalu datang dengan lima ukuran berbeda. Karena itu kami banyak berlatih mengukur, bukan berlatih membuat yang rumit.

Pada pertemuan terakhir, peserta menghitung sendiri biaya bahan tambahan seperti resleting, benang, dan pelapis, lalu menetapkan harga jual yang masuk akal. Perhitungan sederhana itu menghasilkan kisaran harga Rp 35 ribu untuk dompet, Rp 85 ribu untuk tas jinjing ukuran sedang, dan Rp 12 ribu untuk gantungan kunci.

Kelanjutan Setelah Pelatihan

Dari 45 peserta, 28 orang menyatakan bersedia melanjutkan sebagai kelompok usaha dan sudah membentuk dua kelompok kerja. Kelompok pertama di Rungkut Asri memusatkan diri pada tas dan dompet, sedangkan kelompok kedua di Gunung Anyar Tambak memilih gantungan kunci dan hiasan karena waktu pengerjaannya lebih singkat dan cocok dikerjakan di sela pekerjaan rumah.

Kedua kelompok akan didampingi selama tiga bulan ke depan untuk urusan pencatatan, penetapan harga, dan pencarian pembeli. Pendampingan ini merupakan bagian dari program Usaha Daur Ulang Warga.

Pesanan Pertama Sudah Masuk

Sebelum pelatihan berakhir, kelompok Rungkut Asri sudah menerima pesanan 40 dompet dari sebuah koperasi pegawai untuk dijadikan cendera mata rapat tahunan. Pesanan harus selesai pada akhir Agustus 2026 dan menjadi ujian pertama bagi kelompok dalam menjaga keseragaman hasil dalam jumlah banyak.

Bahan pelatihan yang dipakai disusun berdasarkan Modul Kerajinan dari Sampah Kemasan yang dapat diperoleh melalui halaman Publikasi. Kelompok di luar wilayah kerja yang ingin menyelenggarakan pelatihan serupa dapat mengajukannya melalui halaman Layanan.

Kembali ke Indeks Berita